UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Universitas Sriwijaya adalah tempat kuliah saya sekarang, yah,, walaupun harus susah-susah PP palembang-indralaya, mau gimana lagi, demi masa depan :D

FKIP PPKN Unsri 2011

Yah, inilah temen-temen saya satu angkatan di kampus Unsri Indralaya tercinta :D

Ini !! :D

bingung apa yg mau diomongin -_- yang jelas saya TRI SHINA PUTRI :D

My Short Time

Perjalanan singkat saya sebelum resmi jadi mahasiswa --> Les di medica group 500 IPA/D, Lulus SNMPTN Undangan 2011 jurusan Teknik Arsitektur UNSRI, Lulus SNMPTN Tertulis 2011 jurusan Fkip Ppkn UNSRI

My Quotes

Kalau kak Agnes bilangnya Dream, believe, and make it happen.... Gue sih mau bilang Dream, believe, pray, and make it happen :D

Tampilkan postingan dengan label download. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label download. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Februari 2013

KEBUTUHAN DASAR MANUSIA

1. Definisi Kebutuhan Dasar Manusia 
Kebutuhan adalah suatu keadaan yang ditandai oleh perasaan kekurangan dan ingin diperoleh sesuatu yang akan diwujudkan melalui suatu usaha atau tindakan. Kebutuhan dasar manusia merupakan unsur-unsur yang dibutuhkan oleh manusia dalam mempertahankan keseimbangan fisiologis maupun psikologis, yang tentunya bertujuan untuk mempertahankan kehidupan dan kesehatan dalam jangka waktu tertentu.


2. Ciri Kebutuhan Dasar Manusia 
Manusia memiliki kebutuhan dasar yang bersifat heterogen. Setiap orang pada dasarnya memiliki kebutuhan yang sama, akan tetapi karena budaya, maka kebutuhan tersebutpun ikut berbeda. Dalam memenuhi kebutuhan manusia menyesuaikan diri dengan prioritas yang ada. Lalu jika gagal memenuhi kebutuhannya, manusia akan berpikir lebih keras dan bergerak untuk berusaha mendapatkannya.

3. Berbagai Macam Kebutuhan Dasar Manusia 
Manusia memiliki berbagai macam kebutuhan menurut intensitas kegunaan, menurut sifat, menurut bentuk, menurut waktu, dan menurut subjek.

A.     Kebutuhan Manusia Menurut Intensitas Kegunaan
Kebutuhan Manusia Menurut Intensitas Kegunaan atau Menurut Tingkatannya
Berdasarkan intensitas kegunaannya, kebutuhan dibedakan menjadi kebutuhan primer, sekunder, dan tersier.
1)      Kebutuhan Primer

       Kebutuhan primer disebut juga kebutuhan pokok atau dasar, yaitu kebutuhan yang harus dipenuhi karena sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia. Kebutuhan ini meliputi makanan, pakaian, dan perumahan (pangan, sandang dan papan). Agar tetap hidup manusia membutuhkan makan setiap hari, berpakaian yang layak, dan mempunyai tempat tinggal untuk menghindari sengatan matahari, siraman air hujan, dan pengaruh udara. Kebutuhan primer disebut juga kebutuhan pokok atau dasar, yaitu kebutuhan yang harus dipenuhi karena sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia. Apabila kebutuhan primer ini tidak terpenuhi, maka manusia sulit untuk melangsungkan kehidupan dan mewujudkan jati diri sesuai dengan kodratnya.
       Seperti halnya dalam kebudayaan nasional, kebutuhan ini sangatlah tidak bisa dilepaskan dari kehidupan manusia karena kebutuhan primer ini merupakan kebutuhan awal yang paling mendasar dalam menjamin kehidupan manusia.
2) Kebutuhan Sekunder
Kebutuhan sekunder adalah merupakan jenis kebutuhan yang diperlukan setelah semua kebutuhan pokok primer telah semuanya terpenuhi dengan baik. Kebutuhan sekunder sifatnya menunjang kebutuhan primer. Kebutuhan sekunder antara lain radio, televisi, meja dan kursi, tempat tidur, dan sebagainya. Manusia sebagai makhluk sosial yang berbudaya mempunyai kebutuhan yang berkembang seiring dengan tuntutan kepuasan yang diinginkan. Kebutuhan sekunder sebenarnya tidak begitu penting untuk diwujudkan, karena tanpa pemenuhan kebutuhan inipun manusia dapat tetap hidup.
3)      Kebutuhan Tersier
     Kebutuhan tersier adalah kebutuhan manusia yang sifatnya mewah, tidak sederhana dan berlebihan yang timbul setelah  terpenuhinya kebutuhan primer dan kebutuhan skunder. Kebutuhan tersier atau kebutuhan akan barang mewah antara lain villa, mobil mewah/kapal pesiar dan kebutuhan mewah lainnya. Kebutuhan tersier timbul setelah kebutuhan primer dan kebutuhan sekunder terpenuhi. Pemenuhan kebutuhan tersier ini pada dasarnya berkenaan dengan status seseorang, agar lebih dihargai oleh orang lain dan lebih terpandang.
     Budaya orang kaya atau orang yang memiliki banyak harta biasanya mereka memenuhi kebutuhan tersiernya dengan barang-barang mewah, sehingga dengan terbelinya barang mewah tersebut mereka akan terlihat dan diketahui orang banyak bahwa mereka adalah orang kaya dan terpandang.
Batas antara kebutuhan primer, sekunder, dan tersier untuk masing-masing orang tidaklah sama. Hal ini berhubungan dengan kedudukan dan status ekonomi orang tersebut di tengah masyarakat. Kemungkinan bagi orang tertentu, kebutuhan sekunder akan menjadi kebutuhan tersier untuk orang yang lain. Misalnya TV berwarna bagi golongan berpenghasilan tinggi merupakan kebutuhan sekunder, sedangkan bagi mereka yang penghasilannya rendah merupakan kebutuhan tersier.


B.  Kebutuhan Menurut Sifat
1) Kebutuhan Jasmani
Kebutuhan jasmani adalah kebutuhan yang diperlukan oleh jasmani atau badan. Contoh: untuk menjaga kesehatan badan, manusia memerlukan makanan, minuman, pakaian, dan olahraga yang teratur.
2) Kebutuhan Rohani
Kebutuhan Rohani adalah kebutuhan yang diperlukan oleh rohani atau jiwa. Contoh: untuk menyegarkan pikiran manusia memerlukan hiburan, untuk menguatkan iman manusia memerlukan siraman rohani berupa petunjuk dan nasihat keagamaan, untuk mencerdaskan pikiran dan meningkatkan keterampilan manusia memerlukan pendidikan.

C. Kebutuhan Menurut Bentuk
1) Kebutuhan Material
Kebutuhan material adalah kebutuhan yang berbentuk benda material atau benda berwujud, seperti tas, makanan, rumah, pakaian, dan lain-lain.
2) Kebutuhan Immaterial
Kebutuhan immaterial adalah kebutuhan yang berbentuk benda immaterial atau benda yang tak berwujud, seperti nasihat ulama, penjelasan guru, hiburan, petunjuk dokter, dan lain-lain.

D. Kebutuhan Menurut Waktu
1) Kebutuhan Sekarang
Kebutuhan sekarang adalah kebutuhan yang pemenuhannya tidak dapat ditunda dan harus dipenuhi saat kebutuhan tersebut dirasakan. Contoh: kebutuhan akan makan bagi orang yang lapar dan kebutuhan akan obat bagi orang yang sakit.
2) Kebutuhan Masa Depan
Kebutuhan masa depan adalah kebutuhan yang pemenuhannya dapat ditunda, karena dibutuhkan pada saat yang akan datang. Contoh: kebutuhan akan tempat tidur bayi bagi ibu yang sedang hamil muda dan kebutuhan akan biaya kuliah bagi anak yang masih SMP. Pada umumnya orang mempersiapkan diri untuk memenuhi kebutuhan masa depan, di antaranya dengan menabung.
3)   Kebutuhan Tidak Tentu Waktunya
Kebutuhan ini disebabkan sesuatu yang terjadi secara tiba-tiba / tidak disengaja yang sifatnya insidental. Contoh : konsultasi kesehatan dan kecelakaan.

E. Kebutuhan Menurut Subjek
1) Kebutuhan Individu
Kebutuhan individu adalah kebutuhan yang harus dipenuhi secara individu atau perorangan. Contoh: kebutuhan makan, minum, pakaian, sepatu, dan sikat gigi. Kebutuhan individu setiap orang berbeda.

2) Kebutuhan Kualitatif/Bersama
Kebutuhan kolektif adalah kebutuhan yang harus dipenuhi untuk kepentingan bersama dan dilakukan secara bersama-sama. Contoh : kebutuhan akan jalan raya, listrik, pasar, sistem pengairan, tempat pembuangan sampah, dan lain-lain.

4. Faktor Penyebab Perbedaan Kebutuhan
            Manusia memiliki berbagai macam perbedaan dalam memenuhi kebutuhan dasar yang disebabkan oleh beberapa faktor  yaitu:
1. Adat Istiadat
2. Profesi
3. Agama
4. Alam dan Peradaban
5. Usia
6. Hobi
7. Status Sosial dan Ekonomi

Untuk bentuk makalah lengkap + ppt silahkan download :)

Senin, 25 Februari 2013

KEBUTUHAN SOSIAL MANUSIA

1. Pengertian Kebutuhan Sosial
Kebutuhan sosial adalah kebutuhan akan saling berinteraksi antara manusia yang satu dengan manusia lainnya dalam kehidupan bermasyarakat. Masyarkat tidak dapat dipisahkan dengan manusia, karena hanya manusia saja yang dapat hidup bermasyarakat yaitu hidup bersama-sama dengan manusia lain dan saling memandang sebagai penanggung jawab hak dan kewajiban. Sebaliknya manusia juga tidak dapat dipisahkan dari masyarakat sebab seorang manusia tidak akan dapat melakukan segala aktivitansnya dengan sendiri tanpa adanya masyarakat.
Dalam suatu kebutuhan sosial terdapat suatu sistem sosial yang merupakan alat bantu untuk menjelaskan kelompok-kelompok sosial. Alat bantu ini bertitik tolak dari pandangan bahwa kelompok-kelompok manusia merupakan suatu sistem yang saling berkaitan satu sama lain.
Dalam pemenuhan kebutuhannya, manusia tidak hanya berpikir dan mencetuskan ide-ide. Manusia juga tidak hanya berharap dan mencita-citakan sesuatu yang baik. Manusia pun berusaha mewujudkan apa yang dipikirkan dan dicita-citakannya. Untuk itu manusia harus malakukan berbagai aktivitas, dan manusia tidak melakukan aktivitas-aktivitas tersebut secara individual melainkan secara sosial. Hanya melalui kerja sama dengan orang lain, manusia berhasil mewujudkan cita-cita individual dan itu termasuk dalam kebutuhan sosial.
2.      Hubungan Kebutuhan Sosial Manusia
Dalam memenuhi hasratnya dalam bersosialisasi, manusia hubungan-hubungan yang harus terpenuhi dalam hidupnya, hubungan-hubungan tersebut meliputi :


a.      Hubungan Kebutuhan Sosial Manusia dengan Pandangan Hidup
Setiap masyarakat-bangsa mempunyai pandangan hidup. Umumnya pandangan hidup menyangkut eksistensi manusia di dunia dalam hubungannya dengan Tuhan, dengan sesama, dan dengan alam dunia, itu sangat tergantung dari pengalaman-pengalaman konkret yang diperolehnya ketika ia berhadapan dengan realita-realita tersebut. Pada dasarnya, apa yang disenut pandangan hidup itu berkaitan erat dengan sikap manusia terhadap Tuhannya, terhadap sesamanya, serta terhadap alam dunia yang melingkunginya.
Namun perlu juga diperhatikan bahwa hubungan antara pandangan hidup dengan perilaku ataupun tindakan manusia tidaklah bersifat searah, melainkan bersifat timbal-balik. Tidak hanya pandangan hidup yang mempengaruhi tindakan manusia, sebaliknya tindakan manusia pun paa gilirannya akan kembali mempengaruhi pandangan hidupnya.

b.      Hubungan Kebutuhan Sosial Manusia dengan Seni
Seni merupakan suatu nilai hakiki yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Sejak muncul dalam waktu, manusia telah menampilkan diri sebagai seorang artis. Dan seluruh sejarah kebudayan manusia dalam pemenuhan kebutuhan sosialnya pun ditandai denga gerak dinamika jiwa seni manusia sebagaimana terungkap dalam berbagai ragam karya seni.
Memang pada kenyataannya manusia juga tergantung pada alam. Segala sesuatu yang dimilikinya, sperti makanan, alat atau sarana penerangan, pakaian, peralatan, dan sarana transportasi yang dipergunakan memang berasal dari alam. Namun demikian kebutuhan sosial manusia bukanlah akibat mutlak dari determinisme (ketentuan) alam. Kebutuhan sosial manusia merupakan suatu kreasi gemilang berdasarkan daya-daya rohaninya, berdasarkan kekuatan-kekuatan aktif-kreatif yang dimilikinya, dan terus-menerus diasahnya.
Dunia seni adalah dunia kita bersama, hidup dan matinya merupakan tanggung jawab kita sebagai manusia. Manusia dan seni tidak dapat dipisahkan sebab seni merupakan salah satu wujud pemenuhan kebutuhan sosial manusia akan perwujudan dari kreativitasnya.

c.       Hubungan Kebutuhan Sosial Manusia dengan Keindahan
Kehidupan manusia dari zaman ke zaman tidak dapat dipisahkan dari keindahan. Eksistensi manusia di dunia memang diliputi oleh keindahan. Manusia tidajk hanya menjadi penerima pasif keindahan alam. Dia sendiri pun mencirtakan keindahan bagi kehidupannya. Hidup terasa lebih bermakna apabila dihiasi dengan karya-karya seni manusia. tanpa keindahan hidup teras hampa dan tidak berarti apa-apa.

d.      Hubungan Kebutuhan Sosial Manusia dengan Cinta
Kekuatan yang menyatukan manusia, dan memungkinkan manusia membangun kehidupan bersama adalah cinta. Relasi antar manusia tak akan berarti jika tidak didasarkan atas cinta. Untuk mencapai kebersamaan yang ideal, diperlukan keterbukaan dan kesedian setiap manusia untuk membangun relasi antar pribadi yang bersifat kreatif. Maka dasar cinta adalah menghormati eksistensi dan hidup sesame manusia.
Manusia membutuhkan cinta seperti halnya ia membutuhkan makanan dan minuman. Karena itu apa yang disebut cinta itu harus terus menerus diupayakan terwujud agar manusia tidak kekurangan “gizi” rohani. Di dalam cinta terjadi pula perjumpaan antara manusia yang satu dengan manusia lainnya dan menyebabkan manusia terus menerus bertumbuh, berkembang menjadi manusia sejati.

e.       Hubungan Kebutuhan Sosial Manusia dengan Tanggung Jawab
Manusia adalah makhluk individual-sosial. Sebagai individu setiap manusia adalah unik, khas, dan tidak memiliki persamaan dengan individu lain. Setiap individu lahir dengan martabat yang luhur, dan dengan hak-hak asasi sekaligus kewajiban-kewajiban asasi yang harus dihormati serta dijunjung tinggi oleh siapa pun. Namun sebagai individu manusia justru memiliki keterbatasan yang tidak dapat diatasinya sendiri. Keterbatasan ini tampak paling kentara dari segi jasmaniahnya. Untuk membatasi keterbatasannya ini manusia butuh kehadiran dan peranan orang lain. Kebaikkan dan kebahagiaan hanya dapat diraih apabila seorang manusia hidup dengan manusia lain.
Lantas apa hubungannya dengan tanggung jawab ? Justru karena manusia ingin menjadi baik dan memperoleh kebahagiaan, maka dia pun harus hidup secara bertanggung jawab. Tanggung jawabnya ialah bahwa dia harus mengarahkan hidupnya sedemikian rupa sehingga senantiasa terarah kepada kebaikkan. Dalam rangka itu pula dia harus bertanggung jawab untuk bekerja sama dengan sesamanya, dengan tujuan membangun kehidupan bersama yang lestari dan langgeng.

f.       Hubungan Kebutuhan Sosial Manusia dengan Keadilan
Keadilan merupakan salah satu prinsip moral dasar bagi kehidupan manusia. Jika prinsip ini dilaksanakan, manusia akan mampu membangun corak kehidupan bersama yang memungkinkan setiap pribadi bertumbuh dan berkembang sesuai dengan tuntutan dasar kodrat kemanusaiaannya, yakni menjadi manusia yang utuh. Penerapan prinsip ini akan memungkinkan terealisasikannya kesejahteraan sosial yang merupakan tujuan utama dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan kata lain, penerapan prinsip keadilan akan memungkinkan terciptanya stabilitas sosial yang merupakan syarat dasar bagi pengembangan diri manusia dan masyarakat.

Kamis, 10 Januari 2013

Kutipan dan Daftar Pustaka

Berikut yang saya posting merupakan mata kuliah umum yaitu Bahasa Indonesia, tugas kelompok bahasa indonesia yang membahas mengenai "kutipan dan daftar pustaka"

          Daftar pustaka mungkin sudah pernah kita temukan ketika kita mulai belajar pelajaran
Bahasa Indonesia di sekolah menengah. Sebagai pelajar, pembuatan daftar pustaka biasanya diberikan oleh guru Bahasa Indonesia sebagai sebuah tugas atau dalam sebuah ulangan. Dan pada tahap ini, mungkin kita tidak begitu tahu akan pentingnya sebuah daftar pustaka. Baru ketika kita mendapat tugas untuk menulis sebuah karya tulis kita akan sadar betapa pentingnya sebuah pengetahuan akan daftar pustaka.

          Dalam menyusun suatu karangan ilmiah, unsur yang tidak terlepas yaitu sumber/ bahan karya ilmiah itu didapat. Berbagai banyak sumber dalam menyusun karangan ilmiah, selalu ada unsur dalam karangan tersebut, salah satunya dikutip, dan sumber yang didapatpunharus dicantumkan sumber menemukan data dengan menggunakan daftar pustaka dan catatan kaki.

Ada cara dan susunan dalam membuat kutipan, daftar pustaka dan catatan kaki yangharus diketahui dalam membuat karangan ilmiah. Dan unsur ini terkadang disepelekan oleh sebagian orang dalam menyusun karangan ilmiah. Penulis pada kesempatan kali ini akan menjelaskan tentang kutipan, daftar pustaka,dan catatan kaki, dimana terdapat membuaat/ mengambil kutipan, daftar pustaka, dan catatan kaki yang benar. Dimana pembahasan tersebut amatlah penting untuk menunjang mata kuliah Bahasa Indonesia.

Untuk materi lengkap, silahkan download:

Senin, 08 Oktober 2012

Pendidikan Moral


PENDIDIKAN MORAL DI KALANGAN  REMAJA DAN PENGARUH GLOBALISASI

A.    Moral

1.      Pengertian Moral
Istilah moral kadang-kadang dipergunakan sebagai kata yang sama artinya dengan etika. Moral berasal dari bahasa latin, yaitu kata mos (adat istiadat, kebiasaan, cara, tingkah laku, kelakuan), mores (adat istiadat, kelakuan , tabiat, watak, akhlak, cara hidup) (Lorens Bagus, 1996:672). Secara etimologi kata moral sama dengan etika  karena keduanya berasal dari kata yang berarti adat kebiasaan. Jadi, moral yaitu nilai dan norma yang menjadi pegangan bagi seseorang atau sekelompok dalam mengatur tingkah lakunya.
Selanjutnya, istilah moral lebih sering dipergunakan untuk menunjukkan kode etik, tingkahlaku, adat, atau kebiasaandari individu atau sekelompok, seperti apabila seseorang membicarakan tentang moral orang lain. Disini moral sama artinya dengan kata dalam bahasa Yunani ethos dan kata lain mores  (Runes;1977:202). Moral adalah hal yang mendorong manusia untuk melakukan tindakan yang baik sebagai kewajiban atau norma. Moral dapat diartikan sebagai sarana untuk mengukur benar-tidaknya atau baik-tidaknya tindakan manusia.
Helden (1977) dan Richards (1971) merumuskan pengertian moral sebagai suatu kepekaan dalam pikiran, perasaan, dan tindakan dibandingkan dengan tindakan lain yang tidak hanya berupa kepekaan terhadap prinsip dan aturan. Selanjutnya, Atkinson (1969) mengemukakan moral atau moralitas merupakan pandangan tentang baik buruk, benar salah, apa yang dapat dan tidak dapat dilakukan. Selain itu, moral juga merupakan seperangkat keyakinan dalam suatu masyarakat berkenan dengan karakter atau kelakuan dan apa yang seharusnya dilakukan oleh manusia.

2.   Tujuan Pendidikan Moral
Kohlberg (1971) menekankan tujuan pendidikan moral adalah merangsang perkembangan tingkat pertimbangan moral siswa. Kematangan pertimbangan moral jangan diukur dengan standar regional, tetapi hendaknya diukur dengan pertimbangan moral yang benar-benar menjunjung nilai kemanusiaan yang bersifat universal, berlandaskan prisip keadilan, persamaan, dan saling terima (Bergling, 1985).
Untuk tercapainya tujuan pendidikan moral tersebut, Kohlberg menegaskan, konsep pengembangan pembelajaran yang lebih sesuai adalah melalui imposisi, tidak menyatakan secara langsung sistem nilai yang konkret. Oleh karena itu, dianjurkan agar para pendidik di sekolah harus meningkatkan pemahamannya mengenai hakikat pengembangan moral serta memahami metode-metode komunikasi moral. Frankena (1971) menyatakan, tugas pendidikan moral adalah menyampaikan dan mempertahankan moral sosial, meningkatkan moralitas manusia, menjadi agen pengembang yang mampu meningkatkan kemampuan berpikir moral secara maksimal. Lebih khusus Maritain (dalam Frankena, 1971) menegaskan bahwa tujuan pendidikan moral adalah terbentuknya kejujuran dan kebebasan mental spiritual.

3.      Pentingnya Pendidikan Moral dalam Tujuan Penddikan di Indonesia dan Pendidikan Moral      Indonesia
Dewey (dalam Kohlberg, 1997) menyatakan bahwa pada dasarnya tujuan pendidikan adalah mengembangkan kemampuan intelektual dan moral. Prinsip-prinsip psikologi dan etika dapat membantu sekolah untuk meningkatkan seluruh tugas pendidikan dalam membangun kepribadian siswa yang kuat. Kirschenbaum menegaskan bahwa untuk mengembangkan moral siswa, tujuan akhir dari studi IPS diarahkan untuk tercapainya tujuan pendidikan moral (dalam Noll, 1980). Untuk sampai kepada tujuan tersebut, Dewey mengemukakan bahwa proses dan tujuan akhir studi-studi social harus bermuara pada terwujudnya moral dalam mengembangkan kepribadian manusia (dalam Kohlberg, 1977). Dengan demikian, berbicara mengenai pendidikan , apapun dan bagaimanapun tidak dapat menghindari tugas pengembangan moral dan etika.
Pasal 1 ayat(1) UU No.20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menegaskan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dengan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara. Selanjutnya Pasal 3 menegasakan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Jika dibandingkan dengan konsep dan tujuan pendidikan nasional sebagaimana yang terdapat didalam UU No.20 tahun 2003 dengan konsep dan tujuan sebagaimana dikemukakan Dewey (dalam Kohlberg, 1977) maka konsep dengan tujuan Pendidikan Nasional Indonesia jauh lebih sempurna dari sekedar kemampuan intelektual dan moral sebagaimana yang dikehendaki oleh Dewey ini sudah tercakup d idalam nilai kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, dan akhlak mulia. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa Negara kita merupakan Negara yang mengakui pentingnya moralitas dan terselenggaranya pendidikan yang bermoral di sekolah maupun di lingkungan masyarakat luas, yakni di rumah ( lingkungan keluarga), di tempat-tempat ibadah seperti majelis taqlim di masjid, bahkan melalui televisi yang di siarkan secara bebas dan menjangkau masyarakat luas.
Goods (1945) menegaskan Negara yang mengakui agama dan sekolah agama, maka pendidikan moral di sekolah diajarkan melalui pendidikan agama atau sekolah sekolah agama, sedangkan Negara yang tidak mengakui agamapendidikan moral diajarkan pendidikan kewarganegaraan atau civics. Jika berpedoman pada konsep ini, dapat dikatakan bahwa Negara Indonesia merupakan Negara yang memberikan perhatian cukup besar dalam pembinaan moral. Hal ini dikarenakan, selain sekolah mengajarkan Pendidikan Agama juga sekaligus memberikan pendidikan moral melalui bidang studi Pendidikan Kewarganegaraan (PKn), IPS, Bahasa Indonesia diseluruah jenjang sekolah (dasar, menengah, dan perguruan tinggi).
Berdasarkan hal tersebut, Ardhana (1985) menyatakan bahwa Negara Indonesia merupakan suatu Negara yang menaruh perhatian besar pada masalah pendidikan moral. Kurikulum sekolah mulai dari tingkat yang paling rendah hingga paling tinggi, mengalokasikan waktu yang cukup banyak bagi bidang studi yang potensial untuk pembinaan moral, antara lain Pendidikan Agama, Pendidikan Kewarganegaraan dan Ilmu pengetahuan sosial. Demikan juga pembinaan moral yang dilakukan oleh masyarakat, baik melalui pemanfaatan kehidupan beragama, pengajian, penghapusan tempat maksiat seperti perjudian dan tempat prostitusi, secara terus menerus dilakukan oleh pemerintah. Namun, tampaknya segala usaha dan langkah yang positif tersebut masih uga belum mampu mengatasi tindak amoral.

B.    Pengaruh Globalisasi Terhadap Perkembangan Moral Remaja di Indonesia
 Arus globalisasi begitu cepat merasuk ke dalam masyarakat terutama di kalangan remaja. Faktor pendukung utama arus globalisasi adalah teknologi informasi dan komunikasi. Perkembangan teknologi dewasa ini begitu cepat sehingga segala informasi dengan berbagai bentuk dapat tersebar luas ke seluruh dunia. Oleh karena itu globalisasi tidak dapat kita hindari kehadirannya. Akibat globalisasi tentunya membawa pengaruh terhadap suatu negara termasuk Indonesia, khususnya terhadap perkembangan moral remaja.
Pengaruh globalisasi terhadap anak muda begitu kuat. Pengaruh globalisasi tersebut telah membuat banyak anak muda kita kehilangan kepribadian diri sebagai bangsa Indonesia. Pengaruh negatif globalisasi yang berkaitan dengan perkembangan moral remaja antara lain dalam bidang budaya dan sosial, banyak dikalangan remaja telah hilang nilai-nilai nasionalisme bangsa kita, misalnya sudah tidak kenal sopan santun, cara berpakaian, dan gaya hidup mereka cenderung meniru budaya barat. Yang lebih memprihatinkan adalah pergaulan bebas antar remaja. Munculnya sikap individualisme, kurang peduli terhadap orang lain sehingga sikap gotong royong semakin luntur. Dan berikut ini akan di bahas mangenai kenakalan remaja sebagai dampak negatif dari globalisasi tersebut.

1.      Pengertian Kenakalan Remaja
Kenakalan remaja ialah perbuatan/kejahatan/pelanggaran yang dilakukan oleh anak remaja yang bersifat melawan hukum, anti sosial, anti susila, dan menyalahi norma-norma agama.
Paham kenakalan remaja dalam arti luas, meliputi perbuatan-perbuatan anak remaja yang bertentangan dengan kaidah-kaidah hukum tertulis, baik yang terdapat dalam KUHP (pidana umum) maupun perundang-undangan di luar KUHP (pidana khusus). Dapat pula terjadi perbuatan anakremaja tersebut bersifat anti sosial yang menimbulkan keresahan masyarakat pada umumnya, akan tetapi tidak tergolong delik pidana umum maupun pidana khusus. Adapula perbuatan anak remaja yang bersifat anti susila, yakni durhaka kepada kedua orangtua, sesaudara saling bermusuhan. Di samping itu dapat dikatakan kenakalan remaja, jika perbuatan tersebut bertentangan dengan norma-norma agama yang dianutnya.

2.      Faktor-faktor Penyebab Kenakalan Remaja
Adapun faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinyakenakalan remaja adalah sebagai berikut :
a.       Keluarga
Keluarga merupakan kelompok masyarakat terkecil, akan tetapi merupakan lingkungan paling kuat dalam membesarkan anak dan terutama anak yang belum sekolah. Oleh karena itu, keluarga memilikiperanan yang penting dalam perkembangan anak, keluarga yang baik akan berpengaruh positif bagi perkembangan anak, sedangkan keluarga yang jelek akan berpengaruh negatif pada perkembangan anak. Adapun keadan keluarga yang menjadi sebab timbulnya kenakalan dapat berupa keluarga yang tidak normal (broken home), keadaan jumlah anggota keluarga yang kurang menguntungkan.
b.      Pendidikan Formal (Sekolah)
Dalam konteks ini sekolah merupakan ajang pendidikan yang kedua setelah lingkungan keluarga bagi anak remaja. Selama mereka menempuh pendidikan formal di sekolah terjadi interaksi antara remaja dengan sesamanya, juga interaksi antara remaja dengan pendidik. Interaksi yang mereka lakukan di sekolah seringkali menimbulkan akibat sampingan yang negatif bagi perkembangan mental sehingga anak remaja menjadi nakal.
c.       Masyarakat dan Lingkungan Masyarakat
Anak remaja sebagai anggota masyarakat selalu mendapat pengaruh dari keadaan masyarakat dan lingkungannya baik secaralangsung maupun tidak langsung. Pengaruh yang dominan adalah akselerasi perubahan sosial yang ditandai dengan peristiwa-peristiwa yang sering menimbulkan ketegangan seperti persaingan dalam perekonomian, pengangguran dan fasilitas rekreasi.

3.      Langkah-langkah Yang Dapat Dilakukan Untuk Menaggulangi Kenakalan Remaja
Memang sulit untuk menemukan cara yang terbaik di dalam menanggulangi kenakalan remaja, akan tetapi masyarakat, perseorangan bahkan pemerintah sekalipun melakukan langkah-langkah yang paling memadai di dalam melakukan preverensi. Lankah-langkah tersebut terutama dapat dilakukan pemerintah untuk memperbaikikehidupan warga masyarakat, agar di bidang sosial ekonomi mengalami peningkatan.
Menurut Drs. Bimo Walgito, upaya lain dapat dilakukan dengan mengadakan penyensoran film-film yang lebih menitikberatkan pada segi pendidikan, mengadakan ceramah melalui radio, televisi ataupun melalui media yang lain mengenai soal-soal pendidikan pada umumnya. Mengadakan pengawasan terhadap peredaran buku-buku komik, majalah-majalah, pemasangan-pemasangan iklan dan sebagainya.
Di sini masyarakat pun ikut terlibat di dalam kenakalan yang dilakukan remaja, dan upaya-upaya yang dapat dilakukan oleh masyarakat dalam menaggulangi hal tersebut dapat berupa :
1.      Memberi nasihat secara langsung kepada anak yang bersangkutan agar anak tersebut meninggalkan kegiatannya yang tidak sesuai dengan seperangkat norma yang berlaku, yakni norma hukum, sosial, susila dan agama.
2.      Membicarakan dengan orangtua/wali anak yang bersangkutan dan dicarikan jalan keluarnya untuk menyadarkan anak tersebut.
3.      Langkah yang terakhir, masyarakat harus berani melaporkan kepada ppejabat yang berwenang tentang adanya perbuatan kenakalan/kejahatan sehingga segera dilakukan langkah-langkah prevensi secara menyeluruh.
Selain dari pada hal-hal tersebut sekolah pun memiliki peranan dalam menaggulangi kenakalan remaja yakni dengan memberikan pendidikan moral (telah di sebutkan pada bagianmelalui bidang studi Pendidikan Agama, Pendidikan Kewargganegaraan, Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Indonesia di seluruh jenjang sekolah (pendidikan dasar, pendidikan menengah dan perguruan tinggi).
  
Untuk materi lebih lengkap silahkan download:


Kamis, 04 Oktober 2012

Amandemen UUD

UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA
TAHUN 1945
PEMBUKAAN
( P r e a m b u l e )

Bahwa sesungguhnya Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.
Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan Negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.
Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakya Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya.
Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu Pemerintahan Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasarkan kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.


Untuk amandemen lengkap silahkan download:
[download here]

Senin, 01 Oktober 2012

Ciri - Ciri Negara Demokrasi


Pengertian Demokrasi
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas, demokrasi memungkinkan rakyat menentukan pemimpinnya melalui pemilihan umum. Demokrasi adalah suatu bentuk pemerintahan politik yang kekuasaan pemerintahannya berasal dari rakyat, baik secara langsung (demokrasi langsung) atau melalui perwakilan (demokrasi perwakilan).
            Menurut Abraham Lincoln, demokrasi adalah pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Hal ini berarti kekuasaan tertinggi dalam sistem demokrasi ada di tangan rakyat dan rakyat mempunyai hak,
kesempatan dan suara yang sama di dalam mengatur kebijakan pemerintahan. Melalui demokrasi, keputusan yang diambil berdasarkan suara terbanyakIstilah demokrasi diperkenalkan pertama kali oleh Aristoteles sebagai suatu bentuk pemerintahan, yaitu pemerintahan yang menggariskan bahwa kekuasaan berada di tangan orang banyak (rakyat). 

Pengertian Negara Demokrasi
Negara demokrasi adalah negara yang menganut bentuk atau mekanisme sistem pemerintahan dengan mewujudkan kedaulatan rakyat (kekuasaan warganegara) atas negara untuk dijalankan oleh pemerintah negara tersebut. Salah satu pilar demokrasi adalah prinsip trias politica yang membagi ketiga kekuasaan politik negara (eksekutif, yudikatif dan legislatif) untuk diwujudkan dalam tiga jenis lembaga negara yang saling lepas (independen) dan berada dalam peringkat yg sejajar satu sama lain. Kesejajaran dan independensi ketiga jenis lembaga negara ini diperlukan agar ketiga lembaga negara ini bisa saling mengawasi dan saling mengontrol berdasarkan prinsip checks and balances.

Sejarah Demokrasi
Sebelum istilah demokrasi ditemukan oleh penduduk Yunani, bentuk sederhana dari demokrasi telah ditemukan sejak 4000 SM di Mesopotamia. Ketika itu, bangsa Sumeria memiliki beberapa negara kota yang independen. Di setiap negara kota tersebut para rakyat seringkali berkumpul untuk mendiskusikan suatu permasalahan dan keputusan pun diambil berdasarkan konsensus atau mufakat.
Demokrasi baru dapat tercapai seratus tahun kemudian oleh Kleisthenes, seorang bangsawan Athena. Dalam demokrasi tersebut, tidak ada perwakilan dalam pemerintahan sebaliknya setiap orang mewakili dirinya sendiri dengan mengeluarkan pendapat dan memilih kebijakan.

Ciri-Ciri Negara Demokrasi
            Ciri negara demokrasi  adalah adanya kebebasan bagi warganya untuk mengurusi diri sendiri. Salah satu  wujudnya adalah adanya otonomi  daerah. Dengan otonomi ini, pemerintah daerah diberikan kebebasan oleh pemerintah pusat untuk mengurus diri sendiri. Pemerintah daerah diberi keleluasan untuk mengelola wilayah sesuai aspirasi rakyat di daerah bersangkutan. Keleluasaan itu meliputi hampir semua hal yang berkaitan dengan pengelolaan pemerintahan. Yang tidak termasuk wewenang daerah antara lain sosial politik, luar negeri, pertahanan, keamanan, mata uang, peradilan dan agama.
Ciri Negara Demokrasi
1.      Legitimasi pemerintah
2.      Pengaturan organisasi secara teratur dalam negara paling tidak terdapat 2 partai politik.
3.        Setiap warga negara sudah memenuhi syarat berhak dalam pemilu
4.        Setiap warga negara dalam pemilu dijamin kerahasiannya
5.        Masyarakat dijamin kebebasannya
6.        Memiliki pers yang bebas
                   Salah satu ciri-ciri negara demokrasi adalah memiliki pers yang bebas dan bertanggung jawab. Di negara demokrasi, partisipasi rakyat mendapat tempat yang terhormat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Karenanya, negara demokrasi menjamin kemerdekaan menyampaikan pikiran baik secara lisan maupun tulisan.

Untuk materi lengkap, silahkan download:

Sabtu, 29 September 2012

Perkembangan Alam Pikiran Manusia

PERKEMBANGAN ALAM PIKIRAN MANUSIA

Manusia sebagai makhluk hidup mempunyai ciri-ciri khas yaitu :
1.     Memiliki organ tubuh yang sangat kompleks dan khusus
2.     Mengadakan pertukaran zat yakni zat yang masuk dan yang keluar
3.     Memberikan tanggapan terhadap rangsangan
4.     Memiliki potensi berkembang biak
5.     Tumbuh dan berkembang
6.     Berinteraksi dengan lingkungan
7.     Mati
Dari ketujuh ciri- ciri tersebut dapat dikatakan bahwa manusia merupakan makhluk  yang paling sempurna dibandingkan makhluk hidup yang lainnya.Serta manusia memiliki kelebihan yaitu akal budi dan pikiran,sehingga dapat mengendalikan tubuh jasmaninya. Pengetahuan yang terkumpul dan semakin maju menyebabkan rasa ingin tahu manusia semakin berkembang . Rasa ingin tahu pada manusia ini menyebabkan pengetahuan mereka dapat berkembang setiap hari mereka mengamati benda-benda dan peristiwa yang terjadi dialam sekitarnya .Manusia tidak akan pernah merasa puas jika belum memperoleh jawaban mengenai apa yang diamatinya , rasa ingin tahu semacam itu yang tidak dimiliki oleh hewan . Manusia merupakan makhluk hidup yang berakal serta mempunyai derajat yang tertinggi bila dibandingkan dengan hewan atau makhluk selainnya .

KELEBIHAN MANUSIA DARI PENGHUNI BUMI LAINNYA
Kelebihan manusia dari penghuni bumi lainnya dikenal dengan :
1 . Manusia sebagai HOMO SAPIENS
Homo sapiens adalah makhluk yang berpikir sehingga merupakan makhluk yang cerdas dan bijaksana .
2 . Manusia sebagai HOMO FABER
          Homo faber adalah manusia dapat membuat alat-alat dan mempergunakannya atau disebut sebagai manusia kerja dengan salah satu tindakan dan ataua wujud budayanya berupa barang buatan manusia (artifact).
3 . Manusia sebagai HOMO LANGUENS
          Homo languens adalah manusia dapat berbicara sehingga apa yang menjadi pemikiran dalam otaknya dapat disampaikan melalui bahasa kepada manusia lain .
4 . Manusia sebagai HOMO SOCIUS
Homo socius adalah manusia dapat hidup bermasyarakat , bukan bergerombol sebagai hewan yang hanya mengenal hukum rimba , yaitu yang kuat yang berkuasa .
5 .Manusia sebagai HOMO ECONOMICUS
Homo economicus adalah mengadakan usaha atas dasar perhitungan ekonomi . Salah satu prinsip dalam hukum ekonomi adalah , bahwa semua kegiatan harus atas dasar untung rugi , untung apabila input lebih besar daripada output , rugi sebaliknya .
6 . Manusia sebagai HOMO RELIGIUS
          Homo religius adalah manusia menyadari adanya kekuatan gaib yang memiliki kemampuan lebih hebat daripada kemampuan manusia , sehingga menjadikan manusia berkepercayaan atau beragama .
7 . Manusia sebagai HOMO HUMANUS DAN HOMO AESTETICUS
          Homo humanus adalah manusia berbudaya , homo aesteticus adalah manusia yang tahu akan keindahan.


SEJARAH PERKEMBANGAN IPA
           Pengamatan yang sistematis, kritis dan makin bertambahnya pengalaman yang diperoleh, lambat laun manusia berusaha mencari jawaban secara rasional. Dalam menyusun pengetahuan, kaum rasionalis menggunakan penalaran deduktif dan penalaran induktif.
          Penalaran deduktif ialah cara berpikir yang bertolak belakang dari pernyataan yang bersifat umum untuk menarik simpulan yang bersifat khusus. Sedangkan penalarn induktif(empiris) ialah cara berpikir dengan menarik simpulan umum dari pengamatan atas gejala – gejala yanng bersifat khusus.